Saturday, August 1, 2009

milih ngga milih ngga milih ngga (telat posting,,,but its ok)

Hari ini, tanggal 06 juli 2009, sore-sore sepulang kerja.

Seperti biasa, berhubung hawa pulau Batam yang "hareudang" abis, kegiatan yang selalu gua lakukan pertama kali adalah buka baju dan bertelanjang dada didalam rumah. Beberapa menit setelah kegiatan pertama gua selesai tiba-tiba ada tamu ketok-ketok pintu. Gak sempet pake baju langsung gua buka pintu itu, taunya pa RT dateng mau nganterin undangan pilpres tanggal 08 juli 2009 nanti.

Ya, lumayan lah. Setidaknya KPU udah mulai bikin perubahan, dari yang asalnya "nunggu bola" jadi "jemput bola". Gua yg cuman berstatus pendatang dengan ktp nembak di pulau inipun bisa ikutan pilpres. Tapi gua gak angkat jempol buat KPU,soalnya klo dihitunghitung dengan kebodohan yg sempat mereka lakukan di pemilu caleg april kemarin, semuanya jdi impas. Jadi ya, penilaian "lumayan" emang udah pas banget buat intitusi ini. Itu menurut gua.

Masalahnya sekarang adalah, di tanggal 08 Juli 2009 nanti, siapa pasangan yang harus gua pilih? Dari 3 pasangan yang ada sekarang, 1 pasangan udah pasti gak bakal gua contreng, secara gua gag mau punya presiden yang "kurang pinter" (gak tega kalo dibilang bodo). Semua orang yang matanya melek pasti tau siapa pasangan yang gua maksud.

Sisa tinggal 2 pasangan lagi. Oke, saat gua harus milih diantara dua pasangan ini,,ternyata muncul lagi satu pilihan yaitu GOLPUT. Wowwww, pilihan yang menggiurkan. Pilihan gua sejak pertama kali gua mulai punya hak nyoblos (sekarang diganti jadi nyontreng). Makin dilema aja dah gua. Okelah, gua mulai pikir-pikir buat mempertimbangkan pilihan gua nanti. Cukup capresnya aja yang gua pertimbangkan, cawapresnya gua pikirin belakangan klo gag hujan.

Pasangan pertama gua sebut pasangan A. Tampang capresnya gagah, gak malu-maluin kalo lagi ada acara kumpul-kumpul sama presiden negara lain, dan lumayan lah, dia sebenernya udah mulai ngasih perubahan. Jauh lebih berani di banding pendahulunya. Contoh kecil, besannya aja bisa dipenjara gara-gara korupsi. Angkat jempol satu dah.

Tapi gua masih tetap kurang puas, karena ternyata masih ada boroknya. Contohnya poliTIKUS kawakan berhidung besar dengan inisial "AT" masih asik-asik aja didunia, padahal orang gila juga tau kalau dia koruptor. Dengan alasan bukti yang kurang sehingga dia ga bisa dipenjara, gua rasa itu cuma alasan ngada-ngada. Kalo memang niat, polisi kita itu jempolan kok, buat nyari bukti begitu doang mah ibarat nyari ikan dilaut, gampang banget. Tapi karena ga niat ya apapun jadi susah. Dari situ jempol yang tadi gua kasih gua turunin lagi, dan kata-kata yang cocok dari gua buat pasangan A adalah "sori gua gak milih pasangan ini".

Pasangan berikutnya gua sebut pasangan B. Nahh klo yang ini muka baru di pilpres sekarang. Kemarin-kemarin dia numpang beken dulu sama capres di pasangan A. Beneran dah, muka baru ini cukup bikin gua kesengsem dengan cara dia kampanye. Cara dia ngejawab pertanyaan, cara dia debat, cara dia nanggepin masalah, semuanya menurut gua oke.

Kalo aja dia gag di usung sama partai berwarna pisang, atau kalo aja dia diusung sama partai dengan nomer urut sesudah 7 dan sebelum 9 (partai yang menurut gua paling bersih walaupun tetap gak gua contreng), besar kemungkinan gua bakal nyontreng pasangan ini.

Gua tegasin, besar banget kemungkinan gua contreng pasangan B klo aja kemungkinan diatas terpenuhi. Jadi untuk sementara kata2 yang cocok buat pasangan ini adalah "sori deh, gua gak pilih pasangan ini, cause gua gak suka sama orang2 yang ada dibelakang pasangan ini"

Hughhhfff, yang nyisa tinggal pilihan GOLPUT. Ya sudah lah, gua ikutin aja pilihan ini seraya berharap suatu saat nanti gua gak GOLPUT lagi. Cape gila GOLPUT mulu kecuali untuk idiom "GOLPUT" yang lain (GOLONGAN PUPUT), wakakakkakaka :))

No comments:

Post a Comment