Thursday, September 23, 2010

Tunggu waktu aja......

Celana jeans sontog aga belel, kaos polo "AC Milan", sendal jepit kulit warna cokelat, ransel hitam ukuran standar anak sekolah yang mengembung karena dipaksakan untuk menampung seluruh perlengkapan, dan sebuah tas jinjing berisi laptop beserta aksesorisnya. Itu adalah setelan mudik yang gua kenakan. Simple, ga ribet, semuanya bisa dibawa ke kabin, ga perlu masuk bagasi.

Sampai saat ini, yang ada dibayangan gua kalo mudik ya begitu aja, ga perlu bawa kardus berisi macam-macam, ga perlu bawa tas atau koper segede gaban, cukup bawa barang seperlunya dan gunakan seoptimal mungkin.

Tapi katanya, yang namanya hidup itu berputar. Itu pasti. Dan pasti juga suatu saat gua bakal ngalamin mudik secara ribet. Mungkin nanti, saat gua sudah mudik bersama anak dari istri-istri gua. Upssss, maaf kebalik :D

Monday, September 20, 2010

Bali Day One -Part 2-

Sampai di hotel, dua gelas welcome drink langsung disuguhkan oleh pelayan tanpa sempat gua duduk terlebih dahulu untuk mengurus keperluan check in. Tapi gua ketipu, kawan. Minuman berwarna orange itu awalnya gua pikir adalah orange juice, tapi setelah gua minum ternyata jus mangga. Untuk menjaga gengsi, terpaksa ga gua muntahkan lagi minuman itu. Tanpa dirasa (walaupun kerasa) langsung gua telan minuman itu dan dengan cepat gua minum air mineral untuk menetralisir rasa aneh di mulut gua.

For information : Gua adalah orang yang ga suka buah-buahan kecuali jeruk, dan ga suka sayur-sayuran kecuali kangkung dan wortel serta kol yang sudah diolah menjadi bakwan. Kalo ga jadi bakwan walaupun bahannya wortel dan kol tetap ga suka. Kalo dibikin bakwan tapi isinya toge dan dan wortel tetap gua ga suka. Komposisinya harus tetap, wortel + kol dan ditaburi daun bawang lalu diolah menjadi bakwan. Jika komposisi bakwannya adalah wortel + kol dan ditaburi daun seledri maka tetap gua ga suka. Komposisinya sudah paten seperti itu, berubah sedikit saja gua ga suka. Ribet kan? Ah, ngga juga. Itu sih perasaan kalian saja.

Sunday, September 19, 2010

Bali Day One -Part 1-

Sejak jauh-jauh hari, gak jauh-jauh amat sih, cuman tiga minggu sebelum hari H, gua udah reservasi tiket + tour liburan pasca lebaran buat gua dan adik gua si Dinda ke sebuah pulau yang sudah dua kali di bom sama NURDIN ENTOT dkk. Yup, apalagi kalau bukan Bali. Gua reservasi tour-nya lewat web www.paketbalitour.com, jadi buat kawan-kawan yang mau kesono dan ga punya bayangan sama sekali, boleh lah pake jasa web itu, aman kok, gua udah buktiin.

Sebuah pulau yang katanya indah (memang indah setelah gua buktiin) dan banyak banget spot wisatanya. Katanya sih diluaran sana lebih terkenal Bali dibanding Indonesia yang notabene adalah empunya Pulau Bali. Tapi gua rasa sekarang tingkat keterkenalan Indonesia dan Pulau Bali sudah berada di level yang sama, walaupun dengan indikator yang berbeda. Pulau bali dengan budaya dan keindahannya, sedangkan Indonesia dengan rusuh dan korupsinya. Semoga Indonesiaku lekas sembuh.

Hari itu pun tiba. Gua dan si Dinda sudah duduk mantap disebuah bangku plat besi tanpa busa dekat tangga turun ke toilet didalam boarding lounge terminal 2F bandara Soekarno - Hatta. Rasa jenuh jelas menemani gua dan si Dinda, karena kita harus menunggu waktu take off yang masih satu jam lagi.

Thursday, September 9, 2010

Selamat Lebaran

Gua dosanya banyak banget....
Salahnya juga udah luber....
Nyinggung orang sering...
ngeledek jadi hobi...

Semoga kalian semua masih sudi memaafkan

Selamat lebaran, kawan....
Taqoballahu Mina Waminkum...

Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan tahun depan...
Dan semoga tiket mudik Ramadhan Tahun depan ga mahal-mahal amat

AMIN.....