Yup, gua jadi pimpro, dan dgn begitu kesempatan gua buat jadi enterpreneur terbuka lumayan lebar, karena perusahaan tempat gua bernaung emang ngebuka kemungkinan itu. Yeaahhhh, I like it. Walaupun tetap ada tapinya yang bikin otak gua cukup lebay menghadapinya.
Tapinya adalah, 4 hari setelah gua meeting tentang pengangkatan gua sebagai pimpro ada sebuah panggilan interview dari sebuah developer yang mengelola salah satu mall di betawi. Posisi yg gua lamar di developer itu juga gag main-main, untuk ukuran gua yang belum genap 26 tahun dan baru punya pengalaman kerja yang kurang dari 3 tahun posisi itu sangat menggiurkan
Yahh,,,lagi-lagi hidup harus memilih. Memang manusia sudah "dikutuk" untuk selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam hidupnya. Gak apa-apa, not a big deal for me. Gua dan harusnya sih semua manusia sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. Walaupun dengan cara lebay saat memutuskannya, tapi memang harus dijalani dan dipilih. So, tetap lanjutkan hidup dengan tersenyum ^__^.
Tapinya adalah, 4 hari setelah gua meeting tentang pengangkatan gua sebagai pimpro ada sebuah panggilan interview dari sebuah developer yang mengelola salah satu mall di betawi. Posisi yg gua lamar di developer itu juga gag main-main, untuk ukuran gua yang belum genap 26 tahun dan baru punya pengalaman kerja yang kurang dari 3 tahun posisi itu sangat menggiurkan
Yahh,,,lagi-lagi hidup harus memilih. Memang manusia sudah "dikutuk" untuk selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam hidupnya. Gak apa-apa, not a big deal for me. Gua dan harusnya sih semua manusia sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. Walaupun dengan cara lebay saat memutuskannya, tapi memang harus dijalani dan dipilih. So, tetap lanjutkan hidup dengan tersenyum ^__^.
No comments:
Post a Comment