Umur gua 10 taun, diumur segitu gua masih labil untuk menentukan tim mana yang pantas gua idolakan, jadinya biar ga kecewa gua pilih tim juara. Juara dunia adalah Brasil, dan di kompetisi Serie A Italy (satu-satunya kompetisi luar yang disiarkan oleh televisi waktu itu) juaranya adalah AC Milan. Selain juara serie A, kebetulan AC Milan juga sempat dateng ke Indonesia dan ngebantai 8 gol tanpa balas sebuah klub yang sejak dari jaman nenek moyang selalu jadi idola keluarga gua secara turun temurun yaitu Persib Bandung.

Gua ulangin alesannya ya kawan. Gua suka Brasil karena jadi juara dunia '94, gua suka AC Milan karena juara serie A '94 + pernah ke Indonesia ngelawan Persib, dan gua suka Persib Bandung karena gua orang Bandung, walaupun berdarah campuran kota lain, tapi tetap Sunda tulen, dan tak ketinggalan Persib pun jadi juara Liga Indonesia tahun '94. Itu jagoan-jagoan gua, sampai saat ini belum berubah, dan tidak akan pernah berubah sampai kapanpun, gua setia sama mereka, takan pernah berpaling ke lain tim sampai akhir hayat dan maut memisahkan.
16 Tahun kemudian, prestasi jagoan gua cuma ada di level sedang-sedang saja. AC Milan ada di urutan 3 klasemen, Persib urutan 4 klasemen, dan yang paling hangat adalah Kekalahan Brasil di World Cup 2010 sama kompeni di babak 8 besar kemaren. Tapi hal itu ga bikin gua berpaling ke tim lain. Gua tetep bela mereka, walaupun di facebook gua cukup banyak wall yang beraroma ledekan dan muncul bertubi-tubi sesaat setelah kekalahan Brasil atas kompeni. Itu semua memang memuakan, tapi ya sudah lah, emang beneran kalah kok. Tunggu aja ntar 2014, kebeneran maen dikandang gua bantai semuanyaaaaaa!!!!
Yang lalu biar berlalu, sekarang kita buka lembaran baru. kata-kata itu biasa banget buat dijadiin sebagai lirik lagu-lagu cinta. Dan saking cintanya gua sama mereka, kata-kata itu gua dedikasikan untuk ketiga tim idola gua. Ga perlu terkurung masa lalu, tetap semangat, gua yakin mereka bisa juara lagi, tatap masa depan yang lebih baik dengan perjuangan maksimal, yeaaahhhhhhh!!!!
Ada satu sisi positif kekalahan Brasil atas kompeni kemaren malem. Gua yang tadinya berniat untuk manjangin brewos sampai ke final, dan harus berusaha menahan gatal karena ga biasa brewosan, akhirnya dengan kekalahan Brasil gua bisa membuat klimis lagi wajah gua yang gagah ini lebih cepat dari target. berikut rekapan metamorfosisnya yang gua ambil tadi pagi (foto 1-4 berlokasi di kamar mandi saat gua mau cukuran, foto 5 di balkon dengan background atap seng tetangga, foto 6 didalam rumah, silahkan dicaci maki!).
No comments:
Post a Comment