Thursday, July 22, 2010

Rainy July

Konon katanya, berdasarkan berita yang beredar dari mulut kemulut tapi ga lewat french kiss, yang namanya Pulau Batam ini kalo udah hujan di hari Jum'at, maka hujannya akan berlanjut sampai ke Jum'at berikutnya. Bila Jum'at berikutnya hujan, maka akan berlanjut sampai Jum'at berikutnya lagi, dan begitu seterusnya. Ini bukan kabar dari Oom Kukuh Sanyoto yang kalo jaman dulu getol banget cuap-cuap masalah prakiraan cuaca lewat TV, bukan juga berita dari BMKG yang memang salah satu kerjaannya adalah bikin ramalan-ramalan cuaca. Ini cuma berita dari salah seorang kenalan gua, yang hanya bermodalkan pengalaman hidup di Batam lebih lama, dan mendengar kabar ini lebih dulu, hingga membuat dia berani menyebarluaskan kabar yang sedikit berbau tahayul ini, sampai akhirnya kabar itu sampe ke telinga gua yang seksi ini.

Waktu gua tanya kenapa kok bisa hari Jum'at? Dia cuma bisa jawab, "Wah ngga tau ya, tapi coba aja buktiiin. Jum'at kemaren kan hujan, dan tiap hari hujan kan sampe hari ini (read : Jum'at 16 Juli 2010). Kalo Jum'at depan ga hujan, baru deh hujannya berhenti." Begitu katanya.

Gua rasa gosip yang gua terima kurang lengkap. Berdasarkan rasa kepenasaran, maka gua mulai menyelidiki tentang cuaca aneh di pulau ini. Berkat kegigihan gua, akhirnya ada sebuah pencerahan. Gosip itu ternyata ada juga di primbon jawa. Masih katanya juga sih, cuma kata orang yang berbeda, gua ga tau persisnya gimana, karena gua ga pernah tau primbon jawa tuh bentuknya kaya apaan, tapi kurang lebih begini bunyi kata-kata di primbon itu setelah dialihbahasakan ke bahasa Indonesia yang baik dan benar. "Hujan di hari Jum'at menandakan intensitas, kuantitas, dan kualitas hujan di hari-hari berikutnya."

for information : kalo dihitung sampe hari ini (Kamis, 22 Juli 2010), udah 2 minggu Batam hujan berturut-turut, dimulai sejak hari Jum'at tanggal 9 Juli 2010. Dari mulai hujan rintik-rintik yang cuma kaya orang bersin doang, sampe hujan segede gaban yang berlangsung dari adzan subuh ke subuh lagi.


Itu penyebab hujan kontinyu versi primbon yang kental bau-bau tahayul. Sebagai kaum yang pernah makan bangku sekolahan (walaupun rasanya ga enak tapi teteb gua makan), kayaknya gua perlu imbangi alasan tahayul itu dengan sebuah alasan logis dan ilmiah dibalik hujan di bulan juli yang seharusnya sudah musim kemarau. Bermodal selentingan kabar dari TV bahwa ada badai yang bikin cuaca jadi buruk, maka dengan keyword "badai juli 2010", gua tanyain hal itu ke mbah gugel dan munculah pencerahan yang lebih masuk akal. Kata detiknews.com, ada badai conson di Laut Cina Selatan bagian barat laut daratan Filipina yang berimbas cuca buruk di banyak bagian NKRI. silahkan cek TKP disini atau disini.

Apa itu badai conson? Ahh, ga tau lah, males nyari taunya. Pokoknya badai conson tuh badai yang bikin progres ngaspal di proyek gua jadi moloooooorrrrrrrr semolormolornyah. Alhasil jalanan jadi becek, ga ada ojek, karena ojek dicegat satpam dan ga boleh masuk proyek.

Dan si badai conson juga yang bikin gua dua hari terakhir ini hujan-hujanan karena harus mengantisipasi kerjaan saluran yang belom rampung yang bikin banjir proyek gua dan juga bikin telinga gua panas sama komplenan customer-customer rese dan ga ngertiin kondisi alam yang emang lagi aneh.

Dan si badai conson ini juga yang bikin gua kepengen mudik, karena gua rasa kalo gua ada di Bandung saat si badai conson ini beraksi, gua ga perlu panas kuping denger ocehan customer-customer rese.

Lagian ada-ada aja pake nanya masalah perbadaian sama gua. Ga sekalian nanya nomor togel aja biar lebih spektakuler???

No comments:

Post a Comment