Sampai kapanpun gua ga akan pernah menyebut namanya disini.
Untuk sekedar inisial atau sebuah nama samaran pun ga bakal gua gunakan saat sedang menceritakan dia disini.
Jangankan kalian, teman terbaik gua yang sebetulnya tau cerita asli tentang dia pun, saat membaca ini akan tetap menebak-nebak siapa dia yang gua maksud disini.
Biarlah dia tetap gua sebut dengan sebutan "Dia", bukan "Mawar", bukan "Melati", bukan pula "Bunga", karena nama-nama itu terlalu pasaran untuk digunakan sebagai nama samaran korban pemerkosaan, dan ini bukan cerita tentang pemerkosaan.
Atau biar saja untuk sesekali gua tetap meminjam sebutan "Kau Tahu Siapa" dan juga "Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut" miliknya J.K. Rowling walau tak sepeser pun royalti yang hinggap dikantongnya.
Dia........
Dia tidak cantik, tidak jelek, tidak tinggi, tidak pendek. Rambutnya tidak panjang, tidak juga bondol. Kulitnya cukup putih untuk ukuran orang Indonesia, tapi warnanya sedikit pucat. Hidungnya tidak mancung, tapi tidak pesek, dan bila diperhatikan ada beberapa bintik komedo di hidungnya, tapi itu bukan masalah.
Dia berkacamata, tapi tidak jarang dia membukanya. Mungkin dia tidak terbiasa dengan benda asing yang mengait dikedua telinga dan menempel dihidungnya.
Dia tidak fotogenic, tapi dibeberapa fotonya membuat dia seperti bukan dirinya. Gua yakin hal itu tidak dia sadari. Berbeda dengan gua yang sudah tau di angle seperti apa yang bisa membuat gua terlihat lebih gagah dari aslinya. Tapi percayalah, aslinya pun sudah gagah.
Jika dipaksa untuk memberikan nilai, maka dia gua beri nilai dengan angka 6,75 dalam skala 10. Saat dia tersenyum nilainya akan berubah menjadi 7. Saat dia tertawa nilainya kembali berubah menjadi 7,25. Gua senang dia yang periang, walau kadang dia pun cemberut dan menangis, dan hal itu bikin nilainya turun menjadi 6,5. Tapi saat kembali tersenyum seusai menangis rasanya angka 8 tidak berlebihan diberikan padanya.
Hari-hariku di Kampung Halaman, Cinta Bikin Gila, Romantic Being Pathetic, Lebih Baik Sakit Hati Daripada Sakit Gigi, Stupid Cupid, dan Awkward. Itu adalah beberapa cerita yang pernah gua tulis disini, dan didalamnya ada dia.
Jika dirunut, dan dibaca satu persatu, kalian pasti berfikir kalo dia adalah "kasih tak sampai"-nya gua. Sangkaan itu tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Khusus untuk dia memang gua selalu berada di wilayah abu-abu. Wilayah yang sebetulnya sangat gua hindari. Tapi untuk dia gua jalani itu.
Kawan, jangan pernah sedikitpun kalian penasaran tentang siapa dia, dan seperti apa kisah gua yang sebenarnya bersama dia, karena gua akan tetap bermisteri tentang hal ini. Kalian yang membaca ini, dan membaca kisah-kisah sebelumnya tentang dia disini, gua beri kebebasan untuk berfantasi seliar-liarnya tentang kisah-kisah itu.
Cukup teman terbaik gua saja yang tau cerita utuhnya. Seorang teman yang melakukan cara tidak populer dengan membuat sebuah "jebakan" yang akhirnya membuat kisah gua dengan dia berakhir.
"Jebakan" yang awalnya membuat gua sempat berfikir untuk mencoretnya dari daftar kepompong. Tapi dibalik caranya yang tidak populer itu ada sebuah pesan yang ingin teman gua sampaikan. Dan sekarang gua sangat berterimakasih karena sudah "dijebak".
Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut.........
Sekarang, Kau Tahu Siapa sudah baru akan memulai lembaran baru bersama dengan entah siapa. Gua tahu kabar ini dari sebuah posting wall di facebook. Facebook saat ini memang menjadi sumber berita utama bagi gua tentang apapun perkembangan yang ada diluar sana. Dan, hmmm, gua ikut berbahagia untuknya.
Semoga dia masih menganggap gua sebagai teman dan berkenan mengundang gua ke acara dia, dan semoga gua punya waktu untuk terbang dari pulau ini menuju pulaunya dan hadir diacaranya.
Sungguh gua ingin hadir bila waktu itu tiba, dengan alasan sederhana, yaitu, gua hanya ingin mengukur sekuat apa hati gua saat menghadapinya. Masihkan bisa tersenyum? Hmm, gua yakin, BISA!
Ini gua. Gua yang selalu tersenyum untuk apapun.
**Batam, disebuah malam yang cerah penuh bintang, tapi diluar**
No comments:
Post a Comment