Tuesday, May 18, 2010

Hari-hariku di Kampung Halaman

Setelah mengalami delayed selama 2,5 jam dan melewati goncangan2 khas perjalanan udara, akhirnya pada hari kamis tgl 13 Mei 2010 dini hari pukul 00.05 pesawat yang gua naikin mendarat di bandara Husein Sastranegara Bandung dengan disertai tiga kali pantulan keudara dan dilanjutkan dengan pengereman mendadak seakan2 didepan pesawat ada nenek2 mau nyebrang.

Proses landing tidak sempurna seolah2 menjadi jamak bila terjadi di bandara ini, karena sebetulnya bandara ini cuma sebuah landasan udara (lanud bukan bandara) milik Angkatan Udara yang mempunyai runway yang pendek serta berada di tengah kota. Konon katanya bandara ini berada ditingkat kesulitan IV atow yang paling susah, dan juga diantara bandara-bandara dengan tingkat kesulitan IV lainnya bandara ini adalah yang paling susah karena letak geografis Bandung yang berada di pegunungan sehingga faktor cuaca juga sangat berpengaruh. Yang tambah bikin susah adalah jalur masuk bandara ini cuman satu arah yaitu dari arah Padalarang, jadi ya kira2 kalo gua bikin nilai sendiri, tingkat kesulitan bandara ini ada di kategori IV,V (maksudnyah 4,5).

Gua bergegas keluar bandara dan bergegas pula naik taksi yang sebelumnya sudah gua pesen di pintu keluar bandara lengkap dengan kupon yang bertuliskan tujuan dan tarif yang harus gua bayar ke supir taksi, "Kamana, Ncep?" kata si supir taksi.

"Cihanjuang, Pak" gua jawab dengan cepat.

"Euleuh naha ngan 50rb ka cihanjuang teh nya" si supir mengeluh.

"Biasage 40rb, Pak. Puguhan ieu teh naek hargana". gua jawab sambil bergumam dalam hati **lu pikir gua ga tau**

Sekitar pukul 00.30 WIB pintu rumah udah mulai gua ketok, gak lama kemudian bokap gua buka pintu, krn emg dia sengaja belom tidur buat nungguin anaknya yang paling gagah kembali ke peraduan. Lalu pertemuan diawali dengan ucapan salam yang diiringi sun tangan dan langsung berlanjut kedapur untuk mencari opor ayam buatan nyokap.

Tapi ternyata tumben-tumbenan nyokap gua gag masakin makanan kesukaan gua itu, lalu ya pilihan makanan beralih ke indomi ayam bawang 2 bungkus yang gua masak selembek mungkin dan gua lahap sambil ngobrol ngalor-ngidul sama bokap gua, dan lalu teeedooorrrr, zzz zzz zzz.

Setengah enam pagi pintu kamar udah digedor sama si bokap dengan penuh semangat. Ya Alloh, ga pengertian banget nih bokap, gua baru tidur dari 3 jam yang lalu, dan sekarang gua dah harus bangun dan mandi krn acara pertama gua di hari liburan ini bakal dimulai jam 06.30, yaitu pergi ke Garut bersama semua anak-anak si papah dan si mamah.

Gua adalah anak kedua dari 5 bersodara. Kakak gua cowo, dan ketiga ade gua cewek. 3 anak tertua seibu sebapa, dan 2 anak terakhir satu bapa beda ibu. Ibu kandung gua meninggal saat umur gua 7 tahun, dan 7 tahun kemudian gua punya ibu baru yang tak kalah gua sayangi dengan ibu kandung gua, dan gua yakin ibu baru gua pun sayang sama gua sepenuh hati. Walaupun awalnya banyak konflik ini itu yang bila dipikir saat ini adalah hal yang wajar karena gua rasa itu adalah proses adaptasi, so sweet.

Ada hal janggal yang bikin gua heran saat itu, yaitu perubahan si papah yang biasanya ber "jam karet" menjadi tepat waktu setepat-tepatnya seperti orang jerman. Sebetulnya perubahan yang bagus, tp gua yang jadi korban. Disaat gua masih jetlag (jiga nu geus ti eropa wae make jetleg sagala) gua pikir acara bakal ngaret dan gua berharap punya waktu leha-leha barang sejam dua jam, tapi taunya si papah bene-bener ontime. Dan gua pun hanya bisa menahan kantuk dengan didoping kopi hitam yang gulanya sedikit sajah.

Singkat cerita sampailah kita sekeluarga di Garut. Kota leluhur gua, karuhun kalo kata orang sunda. Nenek moyang gua dua-duanya orang Garut, kalo kakek moyang yang satu orang Tasik, satunya lagi orang Bandung. seperti yg pernah gua tulis sebelumnya bahwa dalam darah gua,,selain darah biru ada juga darah Garut yang mengalir sebanyak 50%.

Gua pun menghabiskan hari itu di Garut bersama keluarga,,mulai dari mancing sambil karokean, nengok sepupu di rumah sakit, namu ke rumah uwak, berenang, naek ATV, dan diakhiri dengan dinner di restoran sesuai permintaan ade gua yg paling kecil. Sialnya gua ditodong buat bayarin, karena katanya kalo kerja di batam itu kaya soalnya gajihnya gede, PREEETTTTTT AHHH. Tapi aminin aja lahh, semoga gua cepet menjadi orang berkecukupan dari hasil yang halal, biar orang tua gua bangga, insya4JJ1, amiiiiinnnnnnn.

################################

Esok harinya sampai hari-hari berikutnya selama gua di kampung acara silih berganti. Hari jum'at pagi sampe sore diisi dengan kegiatan menyusuri jalan2 "KERITING" di kota Bandung ke banyak tujuan bareng ade gua yang keukeuh pengen ikutan lagi SNMPTN. Kalo dulu istilahnya SPMB, sebelumnya UMPTN, sebelumnya lagi SIPENMARU, jauh sebelum itu gua lupa istilahnya, intinya sih tiap kali ganti menteri pendidikan istilah untuk seleksi masuk peruruan tinggi negeri hampir selalu berubah karena mungkin tiap menteri yang menjabat seolah2 ingin menciptakan style-nya sendiri2.

Dengan begitu, otomatis salah satu tujuan gua dihari itu adalah anter ade gua buat beli PIN SNMPTN ke bank mandiri biar nantinya pin itu bisa dipake daftar online lewat luna maya (dunia maya maksudnyah).

Haripun beranjak malam,,dan kemudian acara gua saat itu adalah ngupi2 di Dago atas bareng teman-teman semasa kuliah di Jogja. Suasananya suejuk banget, situasi juga penuh canda. Ditambah pemandangan city light yang berkerlap-kerlip, pokonya sangat membuat nyaman hati. Lalu haripun kembali larut (klo gag bisa dibilang subuh) dan guapun bergegas untuk kembali teeeeeedddoooooorrrrrr, zzz zzz zzz.

###############################

Sabtu, 15 Mei 2010.....ini adalah hari yang gua sebut dengan istilah "tugas negara untuk masa depan yang lebih cerah". Hari terlelah, ter-BT, ter-grogi, termacet, terpegel, terbosan, terindah, tersanjung, tersayang ,tersanjung 2, tersanjung 3, tersanjung 4, cinta fitri season ramadhan, manohara, sofa dan marwah, termehek-mehek, dan lain-lain.

Ini adalah hari yang sebetulnya merupakan hari inti dari semua rencana mudiknya gua saat itu. Hari yang kurang lebih bisa menentukan arah kehidupan gua selanjutnya bersama seorang target yaitu "dia yang namanya tak boleh disebut" (meminjam istilah J.K. Rowling dalam novel Harry Potter untuk menyebut Lord Voldemort).

Hari ini gua mulai dengan minjem mobil bokap menggunakan akting memelas biar bisa dipinjem, karena sebenernya mobil mau dipake nyokap buat pelatihan di Subang. Tapi berkat akting gua yang berwatak nyokapun ngalah dan terpaksa nebeng temennya buat ke Subang, dan si papah dengan penuh ketulusan memberi pinjaman mobil buat anaknya yang gagah, senangnya ^__^.

10.00 wib mobil gua pacu santai ditengah kota dan mulai sedikit ngebut saat masuk jalan tol. Rute pertama gua dalam misi ini adalah sebuah kota di utara kota Bandung yang banyak sawah dan pabrik serta punya ciri khas yaitu gerbang tol yang besar. Perjalanan lancar. Saking lancarnya gua kecepetan sampai ke tujuan. Buat ngisi waktu, gua sempetin ngopi dulu di rest area.

12.00 wib sampe di tempat tujuan, lalu makan siang bersama dia yang namanya tak boleh disebut,,karena ternyata perut gua dan kau tau siapa (istilah buatan J.K. Rowling juga) kosong, dan sangat berbanding terbalik dengan tangki bensin mobil yang jarum indikatornya menunjuk ke huruf "F" yang tampaknya merupakan inisial dari kata Fenuh.

13.30 wib mobil gua pacu menelusuri jalur pantura melewati 2 kota sebelum akhirnya mencapai tempat tujuan berikutnya. Dan gua TERJEBAK MACET. 6 KM gua lewati dengan waktu tempuh 2 jam. Yeaaahhhh untung ada dia yang namanya tak boleh disebut, jadi macet separah apapun tetap berasa indah, hahaaayyyy.

17.30 wib gua sampai ditujuan akhir perjalanan,,disebuah rumah tepi jalan pantura,,sebuah rumah yang merupakan tempat dia yang namanya tak boleh disebut tumbuh dan berkembang. Gua datang disambit dengan senyuman oleh keluarganya (maksudnyah disambut) lalu mengobrol ngalor-ngidul diselingi kegiatan makan malam bareng, dan pertemuanpun berakhir saat hujan gerimis mulai membasahi kawasan pantura.

21.00 wib gua putuskan untuk berpamitan, dan kepergian guapun diiringi senyuman dari tuan rumah. Jalur pulang ke Bandung gua putuskan untuk melewati jalur selatan karna gua rasa jalur itu lebih dekat dan tidak terlalu banyak bis-bis kurang ajar yang seakan-akan tidak punya rem seperti di jalur pantura. Atau mungkin juga supir bis kurang ajar itu cuma punya satu kaki yang digunakan buat injek gas doang. Ah sudahlah yang pasti bis-bis kurang ajar itu cukup bikin gua keder saat gua liat di spion permukaan bis hanya tinggal beberapa jengkal doang dengan pantat mobil gua. Jalur pulang sudah gua tentukan dan untuk sampai Bandung gua harus melewati 3 kota terlebih dahulu...

23.00 wib gua sampai di kota tahu dengan disambut antrian kendaraan panjang seperti anaconda berbaris mengantri jatah sembako. Selidik punya selidik ternyata di daerah cadas pangeran terjadi longsoran di 4 titik. Sebuah mushola jadi salah satu bangunan yang rusak. Dengan ditemani lantunan lagu yang itu-itu saja gua berusaha bertahan ditengah kemacetan parah yang gua derita, sampai tak sadar haripun telah berganti. Gua liat jam sudah pukul 00.30 wib, itu artinya udah hari minggu tanggal 16 Mei 2010.

Selama 1 1/2 jam mobil gua cuman bergerak +/- 200 meter saja. Bosen nungguin macet yang gak jalan-jalan guapun memutar arah dan memutuskan untuk mencari hotel dan menginap di kota tahu.

00.45 wib gua dapet kamar di sebuah hotel melati 3 dengan fasilitas tv tanpa remot, selimut apek, air bak kuning dan kotor, sehelai handuk lembab, dan berbagai ketidaknikmatan lainnya. Untung aja gua gag nemu bekas kondom di tempat sampahnya. Beberapa menit kemudian gua pernyaman posisi gua di kasur busa kamar hotel itu, lalu sebelum tidur gua sempetin buka facebook lewat handphone. Dan waaaawwwww, tak disangka tak dinyana si dia yang namanya tak boleh disebut pasang status "thanks for someone buat hari ini".

Bulukuduk gua berdiri pertanda GR tingkat tinggi, gua langsung berasa menjadi someone yang kau tau siapa maksud. Ahaaa, serentak rasa bete, kesel, pegel, dan cape yang gua derita hilang tanpa jejak berganti persaan senang diiringi tawa kecil dan senyuman imut pertanda bahagia dari gua yang gagah ini. Mission completed guman gua dalam hati. Lalu guapun tidur dengan sangat nyaman di kamar yang tidak nyaman ini, zzz zzz zzz.

###############################

Setengah enam pagi roomboy hotel tempat gua nginap gedor-gesor pintu kamar seenak udel persis seperti yang bokap gua lakukan beberapa hari yang lalu. Kalo yg ini gua gag terlalu bete, krn emang omm roomboy udah gua pesen buat bangunin gua pas jam segitu biar gua bisa balik ke Bandung jam 6 pagi dan gag kejebak macet lagi di daerah jatinangor yang selalu padat di minggu pagi oleh orang2 yang katanya sih mau lari pagi, padahal kenyataanya cuma mau beli bubur ayam.

Hari ini adalah hari nikahnya temen gua. Seharusnya gua jadi pager bagus di acara nikahannya itu, tapi karna kondisi gua yg baru ngasih kepastian bersedia saat sudah injury time akhirnya posisi guapun digantiin oleh temen gua lainnya, dan guapun datang ke acara itu menggunakan kemeja batik yang baru gua beli (bajunya masih bau toko) dan sepatu pinjaman dari kaka gua.

Ada kejadian menyebalkan, yaitu saat gua semangat ngajakin semua temen-temen gua yang jadi pager bagus untuk naek ke pelaminan buat salaman sama penganten sambil ngasihin amplop hasil patungan dan minta foto bareng, saat prosesi salam2an selesai dan amplop udah langsung diserahkan, gua langsung pasang aksi buat difoto bareng penganten dan para pager bagus. Tapi dengan kejam gua diusir sama potograper sialan. Gua gag denger langsung, cuman salah satu temen gua bilang "kir kir,,itu maneh dititah turun heula cenah ceuk potograperna"

Anjisss, muka gua berubah merah, tulisan "malu" tiba-tiba muncul di jidat gua. Padahal gua yang ngajakin para pager bagus itu naik ke palaminan, gua yang collect dan ngasihin amplop patungan ke penganten langsung, gua juga yang minta foto bareng sama penganten, dan gua adalah tamu terjauh yang sengaja datang hanya untuk hadir di acara nikahan sang penganten.

Tapi gua disuruh turun sama si potograper sialan itu, argggghhhhh. Sadar diri gua turun dari pelaminan sambil diketawain sama semua temen2 gua. Gua dilarang difoto sama potograper cuman krn gua gag pake blangkon, siaalaaannnn. Terlanjur pundung, sekalian gua gag mau difoto barang sejepret pun. KENARSISAN GUA DIHADANG BLANGKON.

selepas acara nikahan gua ngajakin temen-temen gua buat konser di tempat karaoke. Seperti biasa namanya udah ngumpul sama temen-temen pasti acaranya ya ketawa-tawa dan lain sebagainyah. Lumayan lah buat ngelepas pundung karena ga difoto sama penganten. Acara selesai, guapun pulang dan kembali teeeeedddooooorrrrrr, zzz zzz zzz.

###############################

Senin, 17 Mei 2010. Ini adalah hari kembalinya gua ke sebuah pulow tetangga Singapur yang beriklim panas menyengat yang sepertinya hanya berbeda beberapa derajat saja dengan api neraka. Itu juga katanya, gua belom pernah buktiin sendiri, dan ga berharap tau kondisi aslinya.

Hari ini gua dibangunin sama ade gua yang paling kecil dengan cara yang lembut. Ade gua masuk ke kamar, pegang-pegang tangan gua, dan saat gua melek ade gua langsung ngomong "aa kata mamah anterin dd ke sekolah".

senang rasanya bila dibangunin dengan cara yang tidak "hardcore" seperti sebelum2nya, melek juga dengan rasa penuh keridhoan. Dan gua pun langsung menjawab "oke sayang, Aa cuci muka dulu ya".

Selesai nganterin ade gua sekolah, gua pergi kesuatu tempat buat nemuin kepompong gua yang janji mau nganterin gua beli oleh2. Gua janjian di dunkin donuts, dan sama-sama ga pake nunggu lama kita pun bertemu, lalu makan donut bareng, dan dilanjutkan dengan makan siang ditempat yg berbeda. Lalu ke kegiatan inti yaitu nyari oleh-oleh

Dan dan dan dan....waktu buat gua kembali ke pulow itupun tiba. Ga ada delayed. Emang pilih kasih nih maskapainya, giliran gua mudik ajah pake delayed, pas baliknya ontime, reseeeee.

Ada satu hal yang bikin gua seneng waktu itu, yaitu ternyata nyokap gua masak opor ayam di hari terakhir gua berada di rumah. Makanan favourite gua yang selalu gua nanti-nanti saat gua pulang, yummyyyyy.

Dan akhirnya pesawat yang gua naikin landing di bandara Hang Nadim Batam, lalu guapun kembali merasakan cuaca 29 derajat celcius dimalam hari,,,yeaaaahhhhh

6 comments:

  1. Kiwww...asa bnyk flesbek ih!heuheu
    Bnyk bagian yg d sensor jg pas lg d pantura itu!hah

    ReplyDelete
  2. nya da ngahaja disensor mah biar panasaran

    ReplyDelete
  3. sbaikny..penulis memudahkan si pembaca mengerti jalan cerita dan tokoh yg dceritakan!*keukeuh,blg we panasaran*

    ReplyDelete
  4. untuk sementara penulis bersikeras untuk merahasiakan biodata sebagian tokoh yang ada karena menyangkut etika pers,,,halaaahhhhh

    ReplyDelete
  5. anu ieu mah caritana rada bikin penasaran....aing mah euy...

    cik atuh caritakeun tah anu di rest area dengannya atau dengan-NYA ;))

    tuluy anu di hotel oge rada tanda tanya tibalik yeuh ;))

    ki geu smaneh jadi penulis weh atuh??? pindah di batam wae maneh hyg beuki hideung ha.ha..ha....


    heeuhh sukses weh lah dengan ide gila nulisnya sob...


    -aink-

    ReplyDelete
  6. eta ku keukeuh beut harayang nyaho....apanan itumah pripasiiiiii,,,nu konsumsi publik mah ngan sakitu,,,moal ditambahan deui

    nu pasti di rest area olangan,,,di hotel ge olangan.....ngan eta lebar tah pas dihotel geus mah mayar mahal2 dipakena ngan olangan,,,kudunamah dibaturan kunu jiga kajol :x

    ReplyDelete