Sebelum mengetik lebih lanjut, mari kita klarifikasi dulu judul blog ini yang memungkinkan terjadinya kontroversi dan komplenan bertubi-tubi.
"Saya Gagah"
Ini adalah penilaian gua pribadi tanpa mengindahkan pendapat orang lain. Disampaikan dengan penuh kesadaran, dan tidak dipaksa oleh pihak manapun. Gua berpatokan pada sebuah quotation yang didapat dari hasil menonton film berjudul "The Hottie & The Nottie" yang dibintangi oleh Paris Hilton, dan kawan-kawan. Setelah diterjemahkan, kira-kira begini quotation-nya :
"95% penilaian orang terhadap diri kita adalah sama dengan cara kita menilai diri sendiri"
Sudah bisa ditebak bahwa bukan si Paris yang menyampaikannya, karena si Paris cuman kebagean acting seksi-seksian pake bikini, lingerie, juga berbagai kostum ketat dan kurang bahan lainya, sehingga secara gamblang menampilkan belahan dadanya yang mini, dan lekukan pantatnya yang padat merayap.
Dari quotation itu, secara otomatis akan dihasilkan sebuah data statistik yang menyatakan bahwa 95% orang akan menilai kalo gua GAGAH, dan hanya 5% saja yang kontra. Tidak terlalu masalah diprotes oleh kaum minoritas.
**************************************
Pagi itu Batam panas sekali. Matahari pagi yang katanya sehat rasanya tidak berlaku di Batam. Gua tengok layar HP gua yang kebetulan ber-fitur indikator cuaca, disitu terpampang bahwa Batam pagi itu bersuhu 34 derajat celcius. Dengan suhu sepanas itu, rambut gua yang tersisir rapih sedikit ternodai oleh lelehan keringat yang mengucur cukup deras. Lalu gua percepat langkah agar dapat segera menuju ruangan ber-AC.
Dengan bergegas gua naiki tangga, tujuan gua adalah ke ruangan keuangan di lantai 3 kantor pusat. Saat itu gua berpenampilan seperti eksekutif muda. Menggunakan kemeja lengan pendek warna cokelat bermotif garis vertikal yang dimasukan kedalam celana blue jeans yang tentunya berwarna biru, dan dikencangkan oleh sabuk kulit imitasi merek gucci. Tidak ketinggalan sepasang sepatu berjenis sepatu safety warna hitam melengkapi penampilan gagah gua dengan jasanya yang membuat tinggi badan gua bertambah sekitar 2 cm.
Sesampainya disana, gua dapati keadaan semrawut kantor yang memang over kapasitas, hingga saat berpapasan di gang antar sekat dengan orang bertubuh tipis pun, harus dilakukan dengan gerakan jalan menyamping layaknya seekor kepiting.
"Cieeeehh, yang baru dari Bandung. Oleh-olehnya mana nih?" Sebuah pertanyaan pembuka terlontar dari seorang teman kantor yang gua dan temen-temen lainnya biasa manggil dia dengan sebutan Mba Atoen. Nama "Atoen" harus ditulis dengan ejaan lama, namun dibaca dengan cara yang benar. Begitu biasanya cara dia untuk mendeskripsikan namanya, terbukti dari kebiasaan dia ngirim sms ataupun e-mail yang selalu diakhiri dengan tulisan "tq, atoen" (read : thank you, atoen)
"Nihh, Khusus buat Mba Atoen. Yang lainya minta ya sama Mba Atoen!" Seloroh gua.
"Ky, pacar lu siapa sekarang?" tampak tidak ada korelasinya sama sekali pertanyaan dari Mba Atoen ini.
"Hahh, apa hubungannya oleh-oleh sama pacar Mba? hahahahaha" pertanyaan gua jawab dengan pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. "Masih jomblo saya Mba." Lanjut gua santai.
"Masa sih lu jomblo? Ah, ga percaya nih aku." tersirat senyuman ngeledek di wajah Mba Atoen.
"Iya ah, masa sih kamu jomblo dek?" Mba Kin yang merupakan teman seperjuangan Mba Atoen tiba-tiba ikutan nimbrung. Mba Kin ini selalu manggil gua dengan sebutan "Adek", dan gua selalu merasa jadi berondong saat dipanggil "Adek" sama Mba Kin.
"Beneran lah Mba, ngapain saya bohong." Cara gua jawab masih santai
"Eh eh, serius nih. Lu beneran jomblo Ky? Terus yang kemarin itu gimana?" Mba Atoen langsung memberikan dua pertanyaan bernada gosip yang dilancarkan tanpa basa-basi. Sedangkan Mba Kin tampak asik menyimak.
Ada satu mahluk lagi di ruangan itu, namanya Robby. dia adalah seorang lelaki berpostur junkies dengan jumlah gigi yang kurang lengkap dan merupakan produk Melayu asli. Beda dengan Mba Atoen maupun Mba Kin yang turunan Jawa. Mungkin karena si Robby adalah laki-laki, jadi dia ga terlalu tertarik dengan acara gosip yang baru saja dimulai, dan tampak asik dengan tumpukan kertas yang ada dimejanya.
"Ya, gitu deh!" Gua mulai males.
"Gitu gimana? Jadi, itu cewe yang difoto sama lu dibawah pohon lu kemanain?" Pertanyaan dari Mba Atoen semakin tidak tersaring, dan Mba Kin masih menampakan ketertarikannya terhadap gosip yang semakin memanas.
"Yang kayak film India itu ya Mba? Hehehehe." Sekonyong-konyong si Robby yang daritadi tampak asik dengan kegiatannya ternyata ikut menyimak juga dan memperkeruh suasana.
"Udah lama kali Mba. Sekarang saya beneran jomblo, nih cincinya udah ga ada. Jarinya juga udah item lagi kan?" Jari manis sebelah kiri gua angkat. Guratan putih melingkar di posisi cincin yang awalnya membekas saat pertama kali gua lepas cincin, sekarang telah kembali ke warna normal. Gua harap itu bisa jadi bukti bahwa gua udah lama menjomblo.
"Ehh, kampret, diem lu! Kerja aja sono, jangan ikut-ikutan!" Omongan gua lanjutkan sambil mengalihkan pandangan ke arah si Robby yang saat itu ada di belakang gua. Umpatan gua hanya dibalas oleh suara tawa terkekeh yang keluar dari mulutnya yang bebas hambatan karena gigi bagian depannya ompong.
"Tapi aku masih ga percaya kalau lu jomblo nih Ky?" Mba Atoen masih bergosip. "Masa sih cowo kaya lu ngejomblo?" Lanjut Mba Atoen, dan Mba Kin cuma manggut2 seolah setuju atau mungkin lehernya sedang pegal. Kalau si Robby gua gag tau gimana ekspresinya, karena dia masih dibelakang gua.
Entah apa maksud dari pernyataan "cowo kaya lu" yang dikemukakan Mba Atoen. Apakah itu pujian, atau cibiran. Tapi gua ber-positive thinking dan menyimpulkan bahwa Mba Atoen adalah termasuk kategori manusia yang 95%. Jadi gua artikan pernyataannya sebagai berikut :
"Masa sih cowo GAGAH kaya lu ngejomblo?"
"Ya, Jomblo sih cuman pilihan Mba. Kalau saya pengen sih, besok juga saya bisa dapet pacar." Gua jawab dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. "Tapi, kan inget umur juga Mba. Ngapain kalo cuman nyari pacar terus putus. Saya pengennya langsung kawin." Senyuman akrab dan kedipan mata menyertai gua saat mengeluarkan kata-kata itu.
"Tapi udah ada yang di incer kan dek?" Mba Kin mulai ikutan mengeluarkan pertanyaan bernada gosip.
"Ada lahh Mba. Saya lagi ngincer Kajol." Gua jawab pertanyaan sekenanya.
"Ada-ada aja kamu dek!" Mba Kin tampak menyesal telah mengeluarkan pertanyaan.
"Jadi, kemarin lu balik mau ketemu calon ya?" Semangat bergunjing Mba Atoen belum pudar.
"Aaada deh, mau, tau, aje." Mba Atoen semakin menampakan wajah penasaran dengan jawaban gua, sementara Mba Kin kembali manggut-manggut, dan si Robby ga tau lagi ngapain.
"Ehh, umur lu sekarang berapa Ky?" mendadak pembicaraan beralih ke masalah umur.
"26 Mba, baru lebih 8 hari." Gua jujur tentang umur.
"Masih muda lah, cari-cari aja dulu Ky!" pasang wajah sok wise
"Udah ya Mba. Cukup-cukupin aja oleh-olehnya. Saya mau ke proyek nih, ada titipan buat orang proyek ga?" Dunia pergosipan gua musnahkan dengan kata-kata yang gua ucapkan.
"Aku seneng kalau kamu kesini Ky. Lumayan lah bisa nge-gosip, hahahahahaha." Tawa Mba Atoen keluar tanpa sebab yang jelas. "Beda kalo si John yang dateng kesini. Bawaan ke aku nya cemberut terus. Soalnya dia kalo dateng bawa masalah." Mba Atoen jadi curhat.
John adalah Warga Negara Indonesia keturunan China yang berambut rancung dan pastinya bermata segaris saja. Dia punya sifat rusuh, dan suka teriak-teriak kalo ngomong. Salah satu kelebihan si John adalah bisa tahan diomelin Pak Pimpro walaupun kadar omelannya kadang suka melampaui batas, dan bikin orang yang denger malah jadi ngga enak sendiri. Biasanya dia cuman nyengir-nyengir doang kalau lagi dimarahin. Bahasa simple untuk menggambarkan si John adalah "Biang Rusuh Muka Badak".
"Seneng sih seneng. Ada titipan ga nih? Saya ada janji sama Subkon jam 10!" Gua sewot.
"Ngga dulu deh. Makasih ya oleh-olehnya. Sering-sering deh lu pulang ke Bandung!" Kayak mau ngongkosin aja nyuruh gua sering-sering pulang ke Bandung. Begitu jawab gua dalam hati.
"Yo semuanyaaaa....." Tangan melambai-lambai.
**************************************
Pertanyaan tentang jodoh sering gua dapatkan dari orang-orang yang kenal sama gua, dan kali ini temen kantor yang biasanya cuma berhubungan disaat "saling membutuhkan" pun ikut-ikutan mempertanyakan itu.
Entah berapa kali orang tua gua nanya masalah ini. Malah diperbuas dengan permainan "Siti Nurbaya" ala mereka. Beberapa kali mereka mencoba buat ngenalin gua dengan wanita pilihan mereka, dan berapa kali juga gua tolak. Pernah sekali gua terima, dan pernah gua ceritain juga di blog ini dengan judul "Sebuah kisah Klasik".
Malah ada wanita yang dipromosikan secara kebablasan oleh si papah. Dia bilang "Sama yang ini aja Ky. Kalo Iky kerja di swasta, nyari cewenya yang PNS, nanti keuangan lebih stabil. Dia anak buahnya si mamah. Udah PNS lagi."
"Iya, liat nanti aja." Jawab gua singkat, padat, namun tidak terlalu jelas.
pikiran gua pun terbang, lalu sebuah kalimat melayang-layang tepat di depan mata gua "Emangnya Jomblo di umur 26 itu hal yang aneh ya?" Perasaan temen-temen gua dirumah kontrakan yang gua tempatin sekarang, ada tiga orang yang berumur kepala 3 dan satu orang berumur di akhir kepala 2, dan mereka belum menikah, walaupun tidak jomblo.
Gua Bukannya ga pengen punya pacar, tapi belum waktunya aja, karena gua bukan lagi ABG yang "asal" punya pacar. Tapi untuk dijodoh-jodohin juga kok rasanya ga nendang banget ya. Kesannya gua ga laku gitu?
Jadi gua tegaskan bahwa saat ini jomblo adalah pilihan gua, bukan karena ga laku, bukan karena ga mampu, tapi gua lagi pengen jomblo. (mengetik dengan sedikit miris)
Buat orang tua gua yang demen maen permainan "Siti Nurbaya". Sabar aja Pah, Mah. Nanti kalo iky udah nyerah juga iky minta jodoh pasti sama kalian. Kalo sekarang iky masih pengen nyari jodoh pake kemampuan iky sendiri ;)
So, Gua Pria, Gua 26 Tahun, Gua Gagah, dan Gua Jomblo.....MASIH ADA MASALAH???
guuuddd...guuudddd...guuuuuuuuuddddd
ReplyDeleteada dialog mah bacanya lebih enak kiiiiwww
iraha bikin novel teeehhhh?????? :)
besok lah,,kalo ga ujan :D
ReplyDeletehahahahahaha jomblo itu pilihan,,ga laku itu baru mutlak.
ReplyDeleteyongkruuuuu ;)
ReplyDelete**Anonymous teh siapah?? :D
gpp atuh jomblo yg pntg mah hepi nya...hihihi
ReplyDeleteWarm Greetings,
|
|
V
Miss Rinda - Personal Blog
iyah betul...yang penting jangan jadi JODI
ReplyDeleteJomblo ditinggal mandi :D
wkwkwk jombLo dtgL mandi ^0^
ReplyDeleteiahh siPp ywd deH witH lope peaCe n ghaoL nyak kanG...wkwkwk XD
wokeeehhh,,,gheolll ahhh...hahaayyyyy
ReplyDelete