Semakin dekat waktu mudik, semakin ga karuan hidup gua. Semakin tidak normal, dan semakin kurang serat, sehingga harus dibantu ve**ta herbal untuk bisa melancarkan pencernaan.
Semakin dekat waktu mudik, semakin ga semangat buat kerja. Padahal kalo gua mudik, ponakan dan adik-adik gua pasti pada nodong minta dibagi THR.
Awal Ramadhan hidup gua masih bisa dibilang normal. Semuanya masih cukup terstruktur. Mungkin ga jauh beda dengan hidup kalian.
Tapi, belakangan ini, kira-kira mulai dari seminggu yang lalu, yang namanya hidup terstruktur semakin jauh meninggalkan gua. Ini semua semata-mata karena pikiran dan jiwa gua yang udah di Bandung, sedangkan raga masih tertahan di Batam.
+/- 09.45 WIB : berangkat ke proyek dengan muka lesu dan ngantuk
+/- 12.30 WIB : ke Mesjid Raya Batam buat sholat dan tidur siang :D
+/- 14.00 WIB : ke proyek lagi
+/- 16.00 WIB : pulang ke rumah
+/- 16.20 WIB : ibadah (read : tidur)
+/- 18.15 WIB : Buka puasa pake gorengan, rokok, kopi, dan kadang-kadang ada es cendol, terus dilanjut ngobrol-ngobrol dan kegiatan lainnya. Belum makan nasi, karena ga nafsu makan.
+/- 20.30 WIB : mulai bergeriliya di dunia maya. Biasanya sampai lewat tengah malam
+/- 01.00 WIB : makan nasi dirapel untuk buka puasa dan sekalian sahur
+/- 02.00 WIB : tidur, dan kembali ke kegiatan yang pertama
Begitu kegiatan gua akhir-akhir ini, dan rasanya akan terus begitu. Hidup ini hanya bisa kembali normal saat si badan telah menyusul si jiwa yang udah nongkrong di kampung halaman. Ahh, semoga tanggal 5 September bisa dipercepat, amin.
pengen buru-buru mudik ya.. hemm sama dunk. Soalnya memang kampung halaman adalah tempat paling terindah bagi para perantau
ReplyDeletehahaha,,iya neh,,dah ga karuan di rantau
ReplyDeletebtw, salam kenal, kawan ;)