Monday, August 2, 2010

Si Somad Pindah Rumah -Part 2-

Part 1 ada di sini.

2. Lelaki "JoNas" (Jomlo Naas). Merka terlahir kedunia seperti layaknya orang biasa, lewat proses yang umum terjadi dan sangat manusiawi. Mereka pun dibesarkan dengan cara yang tidak jauh beda dengan orang kebanyakan, diberikan kasih sayang oleh orang tuanya, diberi makanan yang sama dengan manusia pada umumnya. Walaupun untuk urusan menu tergantung tingkat ekonomi orang tuanya. JoNas berorang tua kaya raya dimanja dengan menu eropa, junk food, dan aneka ragam dessert, intinya kebutuhan gizi si JoNas tipe ini sangat tercukupi. Sebaliknya dengan JoNas berorang tua kurang beruntung, mereka sepertinya sering puasa senin kamis dan hanya makan daging saat lebaran haji. Satu lagi JoNas dengan orang tua yang sedang-sedang saja. Jenis ini termasuk kategori bunglon, maksudnya saat punya duit lebih dia belaga borju, tapi saat kere mereka tak segan memelas untuk sekedar dapet rokok satu batang.

Lelaki JoNas adalah kaum yang sangat memprihatinkan. Penderitaan si JoNas biasanya dimulai saat yang bersangkutan mulai akil baligh dan mulai ingin merasakan hangatnya kasih sayang wanita. Selalu saja ada halangan untuk mencapai keiinginannya itu. Entah itu karena sifat si JoNas yang pemalu yang bikin dia ga berani deketin cewek, atau memang si JoNas yang tidak bisa mengukur kemampuan dalam hal mendapatkan pujaan hati. Untuk jenis JoNas yang terakhir disebut, ada sebuh tips yang sempat diutarakan oleh dosen gua semasa kuliah, yaitu :

a. Coba deketin dulu cewek dengan kategori wajah di level 5 kebawah dalam skala 10 (gua ga tega kalo harus bilang coba dulu deketin cewe jelek, upsssss kelepasan). setelah itu baru meningkat ke cewek2 dengan level diatasnya.

b. Bila cara di point (a) sudah dicoba namun tetap tidak berhasil, maka coba latihan dulu sama tiang listrik. Kenapa tiang listrik? Good question, dude. Tiang listrik dipakai sebagai kelinci percobaan karena dari segi bentuk dan warna, tiang listrik bisa diibaratkan sebagai seorang wanita hitam manis dengan bodi kurus tinggi menjulang, dan saat tiang tersebut tertiup angin, maka goyangannya bisa diibaratkan seperti pinggul pragawati yang sedang berjalan diatas catwalk. Tapi kan tiang listrik ga ada mukanya? Nice question, friend. Oke, masalah muka itu tergantung selera dan imajinasi, karena konon katanya cantik itu relatif, walaupun kita sepakat bahwa jelek adalah hal absolute. Tiang listrik adalah benda mati yang tidak akan protes sedikitpun saat kalian menganggap tiang itu adalah seorang Kajol Devgan, Sinta & Jojo si keong racun, ataupun Yati Pesek. Jadi silahkan berimajinasi dan latihan menggunakan media tiang listrik dengan sepuas hati. Gunakan cara ini samapi dianggap cukup, lalu kembali gunakan cara di point (a).

c. Jika cara di point (a) dan (b) sudah dilakukan dengan metoda yang benar namun tetap hasilnya nihil, maka hanya doa dan keyakinan kepada-Nya yang bisa membuat kalian tetap tegar menjalani hidup ini. Yakinlah bahwa jodoh itu ditangan tuhan. Yakinlah bahwa semua yang ada di alam raya ini diciptakan berpasang-pasangan. Ada bulan dan matahari, ada siang dan malam, ada suka dan duka, ada hidup dan mati, ada kumbang dan kembang, ada kuda dan kusir, ada kursi dan pantat, ada IKY dan KAJOL.

Lelaki jenis ini biasanya hanya punya pacar satu orang. Tanpa durasi pacaran lama langsung berani mempersunting si wanita menjadi istri, itupun terjadi disaat-saat kritis ketika umur si JoNas mendekati kepala empat, dan membuat orang tua si JoNas panik kalang kabut sampai akhirnya oranga tua si JoNas memberanikan diri datang ke pesantren putri untuk minta dicarikan jodoh buat anaknya sama Pak Haji pengurus pesantren.

Bagi kaum JoNas, masa diantara dimulainya akil baligh sampai dengan akhirnya dijodohin dengan cewek pesantren, adalah masa-masa yang berasa seperti sedang tersesat sendirian di hutan amazon, dan ketemu sama anaconda yang baru ganti kulit. Apalagi saat malam minggu hadir, dan melihat disekeliling muda-mudi sedang asik bermesraan seakan dunia hanya milik berdua tanpa menghiraukan keberadaan hansip yang sedang patroli. Ketika saat-saat seperti itu hadir, ingin rasanya kaum JoNas mengakhiri hidupnya dengan cara lompat dari kawah ratu tangkuban perahu, namun mereka selalu kembali mengurungkan niatnya karena teringat bahwa mereka belum pernah merasakan nikmatnya surga dunia.

Memang sungguh naas kaum ini. Tapi bila kita lihat sisi positifnya, sebetulnya mereka harus bersyukur, karena secara tidak langsung mereka sedang dilindungin oleh-Nya dari perbuatan yang dilarang agama. Karena, kalau ga salah, dalam islam itu ga boleh pacaran. Yang boleh cuma ta'aruf, khitbah, nikah (kenalan, ngelamar, kawin). *pasang wajah ustadz, lengkap dengan aksesoris kopiah haji, sorban, sarung, dan baju koko*

Bicara masalah JoNas, ga semua cowo jomlo bernasib naas, seperti misalkan gua yang asik-asik aja dengan kejomloan gua, kalau dibuat idiom rasanya gua termasuk JoPi (Jomlo hePi), JoSan (Jomlo Santai), JoMiTaRo (Jomlo Mirip Takeshi kaneshiRo). Jadi kalo kategori jomlo yang mirip gua, malem minggu akan terasa seperti malam yang sangat indah, karena bisa dipakai begadang semalaman, nonton bola, nongkrong-nongrong, looking looking sambil walking walking around the city, playing a guitar, sing a song, make some noise, etc.

Dalam hal ini si Somad termasuk lebih beruntung dibanding gua. Yup, benar, si Somad udah punya pacar, jadi tentu dia bukan seorang JoNas. Ini adalah bukti bahwa semua yang ada di dunia memang sudah ditakdirkan berpasang-pasangan. Subhanalloh, Alloh memang sangat baik kepada hambaNya.

----to be continue lagi yee, gua mau maksi dulu----

No comments:

Post a Comment